Gak Sempat Main Versi Remake, Review Final Fantasy 7 Klasik

Kabar Aksara – 2020 kemarin Square Enix resmi merilis game Final Fantasy 7 Remake yang bisa dimainkan di platform PS 4 ke atas dan PC.

Namun, saat ini saya belum bisa merasakan sensasi bermain Final Fantasy 7 Remake satu ini karena tidak punya peralatan yang memadai dan tentu dana yang sangat kurang untuk beli gamenya.

Walaupun begitu, saya tetap akan mengulas game yang dulunya sangat populer bagi bocil pengguna PS1. 

 

final-fantasy-vii
Karakter game Final Fantasy VII klasik (Sumber: Final Fantasy VII Wiki Fandom)

Seperti apa review saya, berikut adalah review game Final Fantasy VII berdasarkan pengalaman saya bermain game ini.

Informasi Dasar Game Final Fantasy 7

Judul: Final Fantasy VII
Developer: Square Enix
Publisher: Square Enix
Rilis awal: 1997
Platform: PS1
Genre: RPG

Alur Cerita Final Fantasy 7

Secara sederhana, Final Fantasy 7 bercerita tentang mantan tentara Shinra yang bernama Cloud dan kawannya yang berusaha menyelamatkan planet dari orang-orang yang mengambil sumber energi alam secara berlebihan.

Ada tiga karakter utama dalam game Final Fantasy 7, yaitu Cloud, Barret, Tifa, dan Aeris. Mereka tinggal di suatu tempat yang bernama Midgar yang merupakan pusat sumber energi planet disedot habis-habisan.

Di awal cerita, kita dikenalkan Cloud sebagai ex-SOLDIER. Apa itu SOLDIER? SOLDIER adalah tentara elit yang dimiliki oleh Shinra, sebuah perusahaan besar pengelola energi Lifestram yang berada di Midgar.

Karena Cloud sudah menjadi mantan tentara Shinra, akhirnya ia menjadi orang bayaran kelompok Avalanche yang diketuai oleh Barret.

Avalanche sangat menentang kebijakan Shinra yang menyedot habis-habisan energi Lifestream satu planet karena Avalanche menganggap bahwa Shinra hanya membuat orang lain rugi karena kebijakan tersebut.

Tifa, kenalan Barret memperkenalkan seorang mantan SOLDIER yang pernah bertugas di Shinra. Sehingga Barret menyewa Cloud untuk melakukan misi balas dendam sama Shinra.

Tidak hanya itu, kamu juga akan dikenalkan sama gadis misterius bernama Aeris, penjual bunga yang muncul di paling awal game.

Siapa Aeris? Dia adalah perempuan penjual bunga yang sering menjajakan bunganya di pusat kota Midgar. Ia mengambil bunga tersebut dari sebuah gereja tua yang merupakan satu-satunya tempat yang ditumbuhi bunga.

Aeris tidak bergabung dengan Avalanche, tetapi dia punya tujuan tersendiri untuk membantu Cloud dan yang lain menyelamatkan energi Lifestream planet.

Saat mereka berada dalam misi balas dendam dengan Shinra, Cloud tersadar bahwa ada satu orang yang harus dihadapi.

Sosok tersebut adalah Sephiroth, antagonis utama dalam game Final Fantasy VII. Dia muncul di dalalm ingatan Cloud yang memiliki masa lalu kelam dengan orang itu.

Sebenarnya Sephiroth memiliki tujuan yang sama dengan Cloud dan temannya, yaitu balas dendam dengan Shinra yang telah membuat dirinya seperti sekarang.

Namun, karena Sephiroth lambat laun mencari tahu dan akhirnya menemukan fakta yang membuatnya sakit hati, ia akhirnya ingin menghancurkan segalanya, termasuk menghancurkan planet.

Apakah mereka berhasil menyelamatkan planet agar tidak hancur? Mainkan gamenya kalau kamu penasaran.

Oh iya, Final Fantasy 7 bukan cuma bercerita tentang misi penyelamatan planet, game ini juga menyuguhkan cerita yang tidak monoton dan membosankan.

Kamu akan menemukan cerita yang menurut saya sangat menyentuh. Maksudnya apa? Main saja dulu baru tau.

Gameplay Final Fantasy 7

Karena genre game ini adalah RPG, maka tentu kamu akan mengontrol tiga karakter sekaligus untuk melawan para musuh yang dihadapi.

Agar karaktermu semakin kuat, setiap karakter perlu di-upgrade dengan cara battle musuh dan exp karakter otomatis bertambah. Selain itu, kamu juga bisa membeli senjata agar semakin mudah melawan musuh yang lebih kuat.

Untuk mengatur kekuatan, game ini menggunakan sistem materia yang masing-masing memiliki kekuatan tersendiri.

Jenis-jenis materia di game ini juga beragam, yaitu materia tipe mage (magic), tipe support, tipe command, dan tipe summon.

Setiap materia itu akan berfungsi jika dipasang ke dalam atribut senjata dan armor setiap karakter. Efeknya akan kelihatan saat kamu berada dalam mode battle.

Selain kekuatan dari materia, setiap karakter juga memiliki Break Limit, ability yang akan bekerja saat bar sudah terisi penuh di mode battle.

Setiap karakter memiliki Break Limit yang beda-beda. Untuk bisa mendapatkan Break Limit tersebut, kamu bisa menaikkan level karakter serta menjalankan misi untuk mendapatkannya.

Selain itu, kamu juga bisa mengeksplorasi semua map Final Fantasy 7. Kalau kamu bisa dapat rahasia di sana, berarti kamu jago.

Tapi rahasia itu sifatnya opsional dan game masih dapat berlanjut walaupun kamu tidak bisa dapat rahasianya. Rahasia yang saya maksud adalah berupa senjata, materia, item langka, dan karakter rahasia.

Visual dan Gaya Permainan Final Fantasy 7

Final Fantasy VII memiliki gaya visual 3D, berbeda sama game RPG dulu lain yang masih bergaya piksel 2D.

Berdasarkan info yang saya dapat, game ini merupakan game yang sangat populer pada masanya karena Final Fantasy VII adalah game yang mempopulerkan game 3D generasi awal.

Tidak hanya itu, animasi yang ditampilkan menurut saya sangat menarik dan epik, walaupun jauh berbeda sama game 3D jaman sekarang.

Audio dan Musik Game Final Fantasy 7

Audio dan musik adalah salah satu elemen yang paling banyak disukai penggemar seri Final Fantasy. Banyak musik yang tergolong ikonik kayak musik saat pemain menang dan battle theme-nya.

Khusus Final Fantasy 7, beberapa karakter memiliki theme tersendiri sehingga membuat game ini semakin ikonik dari segi musiknya.

Menurut saya, musik yang paling memorable adalah musik tema Tifa dan Aeris. Kedua musik tema ini banyak di-cover di YouTube.

Review Game Final Fantasy 7

Berikut adalah review dan penilaian pribadi saya terhadap game Final Fantasy VII. Sebelum saya memberikan penilaian, saya mau kasih tau kalau penilaian ini sifatnya hanya pribadi.

Jadi, kalau misal ada yang berbeda pendapat, kita bisa diskusikan lewat kolom komentar  yang ada di bawah.

Kenyamanan bermain

Nilai: 95

Alasan: Saya cukup nyaman saat berada di mode boc… maksud saya mode battle karena tidak perlu pencet macam-macam. Cuma perlu memilih jenis ability yang disediakan.

Namun, yang kurang saya suka adalah kameranya yang statis saat saya sedang explore di suatu tempat. Jadi kadang karakternya kelihatan kecil sekali walaupun ada fitur kursornya.

Mungkin karena game ini masih dibuat dalam animasi 3D generasi pertama jadi belum bisa seperti itu.

Kesan pertama

Nilai: 100

Alasan: Saya suka sekali sama cutscene awanya yang menurut saya sangat epik dan keren.

Pesan yang bisa dipetik

Nilai: 92

Alasan: Pesan yang saya tangkap dari game ini adalah selama masih ada kesempatan untuk mengungkapkan kepada orang lain, maka manfaatkan kesempatan tersebut selagi bisa.

Keseluruhan

Nilai keseluruhan: A (sangat direkomendasikan)

Konklusi

Final Fantasy 7 adalah game RPG yang menurut saya menyentuh pemainnya dengan menghadirkan gameplay dan alur cerita yang menarik.

Tidak hanya itu, gaya permainan dan audio musik yang memorable membuat saya tidak bosan bermain game ini. Bahkan saya sudah menamatkan game ini dua kali.

Jadi, saya sangat merekomendasikan game ini bagi kamu yang suka sama RPG. Bagi yang tidak terlalu suka sama game RPG juga tidak perlu ragu karena game ini punya alur cerita yang tidak monoton, bahkan adan plot twist-nya.

Demikian review game Final Fantasy 7 dari saya. Kalau ada saran dan masukan, kamu bisa coret-coret di kolom komentar di bawah. Nanti kita bisa diskusi bareng. Terima kasih.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url