Review Novel To Be or Not To Bee, Kisah Seekor Lebah Pencari Makna Kehidupan

Review novel To Be or Not To Bee – Novel ini menceritakan perjalanan Buzz yang lelah melihat aktivitas lebah yang monoton di koloninya.

Dia telah mendengar ratu lebah berkata seribu kali: "Teman-teman pekerja, kita hanya punya sepetak rumput untuk makan, dan melipatgandakan upaya kita hari ini untuk mengisi sarangnya.

"Namun, begitu satu sarang terisi, koloni akan dimulai. untuk mengisi yang lain. Itu tidak ada habisnya dan Buzz bosan dengan rutinitas berburu madunya.

Buku Kuning terdiri dari 10 bab dan menceritakan kisah pencarian Buzz akan Tuhan. Buzz mempertanyakan makna hidupnya dan kehadiran serta pengaruh Tuhan dalam dirinya.

Selama pencarian, Buzz bertemu dengan Bert, seekor lebah tua yang pintar dengan antena yang ditekuk di atas kepalanya.

review novel to bee or not to bee

Informasi Dasar Novel To Bee or Not To Bee

Judul: To Bee or Not To Bee
Penulis: John Penberthy
Genre: fiksi
ISBN: 0945153139
Tebal: 154 halaman
Bahasa: Indonesia (terjemahan)

Sinopsis Novel To Bee or Not To Bee (yang takut spoiler, silakan lewat)

Buzz memulai petualangan pemikiran dan gagasan tentang kehidupan kolonialnya. Bert menantang Buzz dengan beberapa pelajaran hidup yang penting. Buzz ditarik, diseret dan dipukul, dan Buzz biasanya tidak siap untuk melewatinya.

Meski tidak diceritakan secara eksplisit dalam cerita, sebenarnya Bert-lah yang membawa Buzz ke jawaban atas pertanyaan spiritualnya tentang kehidupan. Namun, Buzz tidak bisa menerima kata-kata Bert.

Sikap tenang Bert dalam menghadapi ketidaksempurnaan koloni membuat Buzz kembali tidak nyaman. Belum lagi cara Bert berbicara tentang kehidupan yang tidak bisa dipahami.

Dia melirik Bert dan menunggu instruksi lebih lanjut, tetapi Bert berbalik dan mulai bersenandung pelan. Buzz terus menahan napas dengan patuh, tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Sesaat kemudian, wajahnya mulai memerah, dan Bert terus bersenandung.

Setelah kematian Burt, ia tahu bahwa suatu saat semuanya akan terungkap seperti yang diharapkan. Pada akhirnya, Buzz hampir tanpa pamrih menemukan jenis penerimaan diri dan penghargaan baru atas kekacauan hidup sarangnya.

Melalui petualangan pemikiran dan pemikiran inilah Buzz akhirnya menemukan dirinya tumbuh dan semakin dalam.

Kesan Saya Sama Novel To Bee or Not To Bee

Tak tanggung-tanggung, novel ini telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Isinya sangat dalam dan menyentuh.

Penberthy sangat brilian dalam menerjemahkan kehidupan dan keinginan individu ke dalam kehidupan lebah dan koloninya, membuat mereka merasa tidak berbeda dengan kita. Plus, ilustrasi menawan dari Laurie Barrows menambah kedalaman isi novel.

Saya merasa seperti ada banyak kalimat filosofis yang siapa pun yang membacanya dapat meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan dan memahami apa artinya.

Awalnya, saya kira novel ini tentang orang kaya yang lelah mengumpulkan kekayaan dan ingin menemukan ketenangan pikiran. Ternyata saya salah.

Novel ini persis tentang orang-orang biasa yang lelah bekerja siang dan malam untuk mencari nafkah dan menjalani hidup mereka, dan kemudian mencoba menemukan jawaban melalui pemikiran mental dan perjalanan.

Terakhir, kita perlu menyadari bahwa di mana kita berada dan apa yang kita lakukan, betapapun membosankannya, adalah anugerah besar dari Tuhan yang patut kita syukuri.

Kekuatan novel ini terletak pada kata-kata bijak dan ilustrasi yang tidak semua novel tawarkan. Cerita Pembercy yang sederhana, humor yang jenaka, dan beberapa pernyataan singkat tentang sikap terhadap kehidupan atau kebenaran umum membuat novel ini mendalam dan menyentuh.

Tak heran, novel To Bee or Not To Bee telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Sebuah ilustrasi oleh Laurie Barrows, yang didominasi warna kuning, menambah "kekayaan" pada novel itu.

Gambar-gambar dalam novel ini menginspirasi pembaca untuk membayangkan petualangan Buzz dan Bert, Boris dan koloninya.

Penilaian Pribadi

Berikut adalah penilaian pribadi saya terhadap To Be or Not To Bee. Sebelum saya memberikan penilaian, saya mau kasih tau kalau penilaian ini sifatnya hanya pribadi.

Jadi, kalau misal ada yang berbeda pendapat, kita bisa diskusikan lewat kolom komentar  yang ada di bawah.

Keunggulan Novel

Nilai: 80

Kesan pertama

Nilai: 82

Pesan yang bisa dipetik

Nilai: 90

Keseluruhan

Nilai keseluruhan: A- (mantap)

Konklusi

John Penberthy membawa kita ke dalam kisah petualangan Buzz, yang sebenarnya mewakili kisah yang dipenuhi dengan kebutuhan kehidupan kita sehari-hari.

Penberthy mampu dengan terampil menerjemahkan keinginan individu manusia ke dalam kehidupan lebah dan koloninya.

Dia menceritakan bahwa Buzz terkadang ingin melewati hari tanpa terburu-buru, menikmati keindahan lembah yang indah dan merasa mandiri.

Novel ini mengajak orang-orang biasa seperti saya dan Anda untuk memikirkan kembali kehidupan dalam kehidupan sehari-hari kita masing-masing.

Yang perlu kita sadari adalah bahwa apapun keadaan kita saat ini, apapun yang kita lakukan sekarang, betapapun membosankannya itu, adalah anugerah besar dari Tuhan yang patut kita syukuri.

Demikian review novel To Be or Not To Bee dari saya. Kalau ada saran dan masukan, kamu bisa coret-coret di kolom komentar di bawah. Nanti kita bisa diskusi bareng.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url